Alhamdulillah...semua bernafas lega. Kegiatan Penilaian Tengah Semester (PTS) 1 sudah selesai dengan lancar. Kegembiraan pun terpancar di wajah seluruh siswa. Seperti biasa sebelum pulang ke rumah masing-masing, siswa terlebih dahulu  menunaikan ibadah sholat dzuhur di sekolah.

Jam 12.30 saat siswa sudah berhamburan di halaman, terdengar pengumuman bahwa siswa diharap tidak pulang dahulu dan tetap berada di lingkungan sekolah.
Ada apa? Apa yang terhadi? dan mashi banyak lagi pertanyaan yang muncul dari siswa
Demikian juga dengan saya yang saat itu sedang berada di kantin untuk makan siang.
Beberapa menit kemudian terlihat beberapa guru bersama salah seorang warga menuju ke gang elakang sekolah. Saya pun segera menyusul. Suasana sudah ramai oleh warga yang mengepung 17 orang siswa berseragam putih biru. Tak lama kemudian polisi pun datang. Ternyata mereka adalah siswa SMP dari kecamatan sebelah yang bermaksud mengeroyok 2 siswa kami yang yang sudah menantang mereka untuk berkelahi lewat facebook.
Setelah mendapat pembinaan dari polisi, semua siswa yang terlibat diminta menandatangani perjanjian di atas materai dan disaksikan oleh 2 kepala sekolah bahwa mereka tidak akan mengulangi lagi perbuatan tersebut.
Miris, sedih, prihatin r aduk melihat realita tadi. Dan ini nyata....bukan cerita sinetron.
Ke depan rasanya tugas orang tua dan guru akan semakin berat.

Mendesak  untuk duduk bersama, mengkaji  dan diskusi mencari sollusi terbaik  dari problem yang ada, guna menyelamatkan  generasi muda lndonesia dari efek buruk penggunaan teknologi