Tok....tok....tok....tok....tok....terdengar pintu rumahku diketuk seseorang dengan tergopoh-gopoh. Kulirik jam di dinding. Hah?  Hampir pukul 01.00.  Sekonyong-konyong suamiku yang sedang prepare untuk ke luar kota besok, menemui tamu tersebut.  Aku yang sudah ngantuk berat, tidak tertarik untuk mengikutinya. Kurang jelas apa obrolan mereka, tapi suamiku langsung membuntuti tamu tersebut.

Suasana cukup hening, sayup-sayup seperti ada keramaian. Sepertinya telah terjadi sesuatu. Aku pun keluar menuju  teras rumah. Dari kejauhan  tampak orang berkerumun.Mereka tengah mengelilingi seseorang.dengan penuh kemarahan 

 Alhamdulillah 15 menit kemudian polisi datang, karena saat itu mereka sedang bertugas melakukan pengamanan di pertunjukan wayang kulit desa sebelah. Sehingga massa bisa dikendalikan. Laki- laki yang diduga melakukan pencurian itu pun  selamat. Selanjutnya diamankan ke Polsek terdekat.

Demikian cerita suamiku 30 menit kemudian setelah pulang.

Budhe Yati merasa khawatir melihat massa yang beringas dan terus  memukuli laki- laki yang diduga pencuri itu.  Sehingga minta tolong kepada suami, sebagai salah satu  orang yang diituakan di masyarakat untuk mencegah, 

Pagi ini senam bareng ibu-ibu di kampung. Saya berharap, info selengkapnya mengenai kejadian tadi malam bisa saya dapatkan. Meskipun mungkin sudah ditambah dengan bumbu-bumbu cerita yang kadang tidak sesuai dengan realita.

Kesimpulan dari cerita keroyokan ibu-ibu,  pencuri merasa masuk ke rumahnya sendiri dan mengambil barang miliknya. Berulang kali diinvestigasi begitulah jawabannya.


Diduga tersangka yang sehari-harinya bekerja sebagai karyawan di home industry roti tawar itu sedang dalam keadaan mabuk. Oleh polisi dia kemudian diantar pulang ke kampung halamannya di daerah Boyolali.
Semoga di bawah pengawasan dan bimbingan orang tuanya  langsung dia tumbuh menjadi remaja yang lebih  baik